Adab Ma’mum dan Imam Ba’da Shalat Berjama’ah

islamic_worship_headerBanyak hadis yang menerangkan do’a dan dzikir. Para ulama sepakat (ijmak) mengatakan sunah berzikir sesudah shalat. Ada beberapa hadis sahih yang berkenaan dengan masalah ini, antara lain yang terpenting kami sebutkan di sini.
Dari Abu Umamah r.a., ia berkata:
“Rasulullah saw. ditanya orang: ‘Doa apakah yang paling diperhatikan Allah’? Nabi saw. menjawab: ‘Doa pada tengah malam terakhir dan doa pada akhir shalat wajib’.”(H.R. Tirmidzi, ia mengatakannya sebagai hadis hasan)
Dari ibnu Abbas r.a., ia berkata:
“Aku dapat mengetahui selesainya shalat Rasulullah saw. dengan (suara) takbir-Nya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Setelah shalat, sunnah membaca dzikir dan do,a dengan suara tidak keras. Maksudnya, sunnah melakukan dengan suara pelan bagi makmum dan imam yang tidak bermaksud menuntun hadirin atau memperdengarkan do’anya agar diamini oleh mereka.
Imam Syafi’i dalam kitab Al Um berkata : Kami memilih, bagi imam dan makmum agar setelah salam dari shalatnya dzikir tersebut dilakukan dengan suara tidak keras, kecuali bagi imam yang bermaksud mengajarkan pada jamaahnya, karena itu ia agar mengeraskan suaranya, setelah mengetahui bahwa makmumnya telah mengikuti, lalu ia kembali pelan-pelan.
Sunnah mengangkat kedua tangan yang suci ketika berdo’a, yang sejajar dengan kedua bahunya, lalu menyapukan ke muka setelah selesai berdo’a.
Sunnah memulai do’a dengan hamdalah dan shalawat atas Nabi saw., serta menutupnya dengan kedua lafal tersebut dan amin.
Sunnah bagi makmum yang mendengar do’a imamnya untuk mengamininya sekalipun ia sendiri hafal akan do’a itu.
Sunnah menghadap kiblat dikala dzikir dan berdo’a bagi makmum. Bagi imam lebih utama menjadikan arah kanannya di hadapan makmum dan samping kirinya di arah kiblat, sekalipun saat berdo’a.
Sunnah bagi imam untuk menghadap makmum jika ada sesuatu atau pengajaran yang hendak disampaikan.
Sunnah berpindah dari tempat shalat pertama, karena hendak mengerjakan shalat fardu lain ataupun shalat sunnah. Jika tidak ingin berpindah tempat, supaya memisahkan dua shalat itu dengan berbicara terhadap orang lain sekedarnya. Makmum disunnahkan berpindah setelah imam pindah.

Adab makmum sesudah shalat :
1. Hendaklah para makmum sesudah bersalam, duduk sejenak berdzikir dan janganlah berdiri dari tempatnya sebelum imam berdiri.
2. Hendaklah para makmum mengikuti imamnya.
3. Hendaknya makmum mengamini do’a yang diperdengarkan oleh imamnya.

Adab imam sesudah shalat :
1. Hendaklah imam menghadap kiblat sesudah bersalam sekedar membaca tiga kali istigfar dan Allahumma antas salam waminkas salam, tabarakta, ya dzal jalali wal ikram dan sekedar membaca dzikir yang dituntut membacanya sebelum merubah kaki, semasih menghadap kiblat.
2. Hendaklah imam sesudah menunaikan hal tersebut, berpaling menghadap makmum dengan kanannya, terkecuali jika ada maksaud untuk memberikan pelajaran-pelajaran dan nnasehat-nasehat untuk para makmum.
3. Hendaklah imam setelah yang demikian, bangun pergi ke luar atau berpindah ke tempat lain untuk mengerjakan shalat sunnah.
4. Hendaknya imam menjamakkan do’anya.

Adab bersama imam dan makmum :
1. Hendaklah imam dan makmum menghilangkan sebab-sebab permusuhan dan mengulurkan tali mahabbah (kasih sayang).
2. Hendaklah masing-masing mereka ridha-meridhai, karena bisa saja terjadi, kesempurnaan shalat seseorang lantaran dari selain dirinya.

About these ads

2 responses to this post.

  1. Posted by Alfin on 7 Mei 2009 at 1:58 pm

    Sunnah mengangkat kedua tangan yang suci ketika berdo’a, yang sejajar dengan kedua bahunya, lalu menyapukan ke muka setelah selesai berdo’a.

    Apakah benar ada dalil dari Hadist nabi untuk menyapukan ke muka setelah selesai do’a?
    tolong disebutkan dalil-nya?

    Balas

    • Posted by masdodod on 7 Mei 2009 at 10:44 pm

      كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذارفع يديه فى الدعاء لم يحطهما حتى يمسح بهما وجهه
      Rasulullah saw apabila mengangkat tangannya ketika berdoa, ia meletakkan keduanya sehingga ia menyapu mukanya dengan kedua tangan itu. HR Turmudzi.

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: