Shalat Berjama’ah

Shalat berjama’ah itu hukumnya sunnah muakkad pada shalat fardhu lima waktu dan pahalanya 27 derajat dari pada shalat sendirian.
Adapun syaratnya shalat berjama’ah itu ada 7 (tujuh) perkara, yaitu :
1. Berniat mengikuti imam (menjadi ma’mum).
2. Mengetahui segala yang dikerjakan imam, seperti perpindahan rukun yang satu ke rukun yang lain.
3. Tidak ada dinding yang menghalangi antara imam dengan ma’mum (bagi laki-laki) kecuali antara perempuan dan laki-laki di masjid haruslah didindingi dengan kain.
4. Jangan mendahului imam dalam bertakbir, dan jangan pula mendahului atau terlambat dua rukun fi’li, terkecuali ada udzur.
5. Jangan lebih kedepan dari tempat imam.
6. Jangan jauh dari imam yang lebih 300 hasta, kecuali di masjid.
7. Niat dan perbuatan shalat imam dan ma’mum sama.

YANG BOLEH DIJADIKAN IMAM

Orang yang boleh dijadikan imam dalam shalat, yaitu :
1. Laki-laki ma’mum kepada laki-laki.
2. Perempuan ma’mum kepada laki-laki.
3. Banci ma’mum kepada laki-laki.
4. Perempuan ma’mum kepada banci.
5. Perempuan ma’mum kepada perempuan.

Sedangkan yang tidak boleh dijadikan imam dalam shalat, yaitu :
1. Yang pandai membaca al qur’an ma’mum kepada yang tidak tahu membaca (banyak salahnya).
2. Laki-laki ma’mum kepada banci.
3. Laki-laki ma’mum kepada perempuan.
4. Banci ma’mum kepada banci.
5. Banci ma’mum kepada perempuan.

Dan orang yang makruh dima’mumi adalah :
1. Ma’mum kepada orang yang dibenci oleh sebagian besar penduduk dalam desanya.
2. Ma’mum kepada anak yang belum baligh.
3. Ma’mum kepada orang yang buruk bacaannya, tetapi tidak merusak makna.
4. Ma’mum kepada orang yang kurang hati-hati dalam menjaga najis.
5. Ma’mum kepada orang yang belum dikhitan, sekalipun dia sudah tua.

MASBUQ (TERLAMBAT DATANG)

Masbuq adalah orang yang sudah berniat mengikuti imam, tetapi ia tidak sempat membaca Al Fatihah pada raka’at pertama. Apabila ia mendapatkan imam sedang ruku’, maka ia segera mengikutinya sehingga sempurnalah raka’at itu baginya, meskipun ia tidak sempat membaca Al Fatihah. Fatihahnya ditanggung oleh imam.

Tetapi apabila makmum mendapatkan imam sudah ruku’, maka makmum harus mengulangi satu raka’at lagi, sebab raka’at ini tidak sempurna dan tidak termasuk hitungan baginya.

HALANGAN BERJAMA’AH

Hal yang merupakan halangan dalam berjama’ah antara lain :
1. Karena hujan terus menerus, sehingga sulit untuk pergi ke tempat berjama’ah.
2. Karena angin topan.
3. Karena sakit, sehingga susah untuk berjalan ke tempat berjama’ah.
4. Karena lapar dan haus, sedangkan makanan sudah tersedia. Juga pada saat orang sedang sangat menahan air besar dan kecil.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: