AKIQAH

Dijelaskan dalam Fathul Qorib : Dasar akiqah adalah hadis Nabi saw.
Seorang anak digadaikan kepada akikahnya. Hewan akikah itu disembelih pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Rambut kepala anak itu dicukur, kemudian diberi nama. (HR tirmidzi)

Makna digadaikan dengan akikahnya adalah; bahwa anak itu tidak dapat tumbuh leluasa menurut syariat sebelum dikeluarkan akikahnya. Ada lagi yang berpendapat bahwa anak itu tidak akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada orangtuanya pada hari kiamat (Syarah Bajuri II:302).
Hukum akikah adalah sunnah. Hal ini diperhitungkan dari hari ketujuh dari hari kelahiran anak, sekalipun anak itu meninggal dunia sebelum mencapai hari ketujuh.
Waktu akikah boleh saja diakhirkan melebihi hari ketujuh dari hari kelahiran anak tersebut. Akan tetapi jika mengakhirkannya hingga dewasa, hukumnya telah gugur dan bagi anak tersebut boleh memilih, apakah hendak dilaksanakan akikah atau meninggalkannya. Namun demikian yang lebih utama adalah melaksanakannya karena terdapat riwayat bahwa Rasulullah saw, melakukan akikah untuk dirinya sendiri setelah beliau diangkat menjadi Rasul.
Untuk anak laki-laki akikahnya dua ekor domba, sedangkan untuk anak perempuan akikahnya satu ekor domba.

Dalam hadis riwayat Siti Aisyah ra, disebutkan :
Rasulullah saw, memerintahkan kepada kami untuk menyembelih akikah untuk anak laki-laki dengan dua ekor domba dan untuk anak perempuan satu ekor domba.

Sebagian ulama mengatakan. Adapun bagi bayi khuntsa (banci) harus diteliti terlebih dahulu kepantasannya, apakah menyamai laki-laki atau menyamai perempuan. Jika tanda-tanda kelaki-lakian yang tampak, maka diperintahkan menyembelih dua ekor domba.
Jumlah akikah disesuaikan dengan jumlah anaknya, tidak cukup akikah dengan seekor domba untuk beberapa anak.
Orang yang berakikah itu menghadiahkan daging akikahnya kepada fakir miskin dengan memasaknya terlebih dahulu dan sebaiknya tulang-tulangnya tidak terlalu dihancurkan. Akikah ini sebaiknya diberikan kepada fakir miskin dengan cara diserahkan ke rumahnya masing-masing.
Perlu diperhatikan bahwa usia hewan akikah, kecacatan yang dapat mengurangi dagingnya, pemakana sebagian dagingnya bagi yang akikah, larangan menjualnya, penyedekahan sebagiannya, dan penentuannya dengan nadzar, hukumnya sama dengan hewan kurban.

Kebolehan memakan sebagian dagingnya :
Orang yang berkurban secara nadzar tidak boleh memakan daging kurbannya sedikitpun, semua wajib disedekahkan. Jika dia terlambat menyedekahkannya, dia harus bertanggung jawab menggantinya.
Jika kurban secara sunnah, menurut qaul jadid, orang yang berkurban boleh mengambil 1/3 bagian, sedangkan 2/3 sisanya harus disedekahkan. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Tasbiihul Tanbiih.
Orang yang berkurban tidak boleh menjual bulu, kulit dan daging hewan yang dikurbankannya.
Rasulullah saw, bersabda :
Orang yang menjual kulit kurbannya, tidak dianggap berkurban.
Kemudian yang berkurban itu tidak boleh memberikan daging kurbannya kepada pemotongnya sebagai ongkos pemotongan hewan kurbannya. Akan tetapi jika diberikannya sebagai sedekah, tidak menjadi masalah, sekalipun kurban sunnah.
Apabila orang yang berkurban memakan sebagian daging dan menyedekahkan sebagiannya lagi, berarti dia telah memperoleh balasan kurban dan balasan sedekah.

Dijelaskan dalam Fathul Mu’in :
Sunnah berakikah bagi orangtua yang menanggung nafkah anak keturunannya, dimana penyembelihannya sejak kelahiran bayi sampai usia balig. Adapun hukum binatang akikah seperti yang ada pada kurban. Sunnah tulang-tulang binatang akikah tidak dipecah-pecah. Memberikan dagingnya dalam keadaan telah masak dan mengirimkan kepada fakir miskin adalah lebih baik daripada memanggil mereka ke rumah, dan daripada memberi mereka berupa daging mentah.

Penjelasan dalam Fiqhul Islami :
Disunnahkan dimasak lebih dahulu, kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Orang yang melaksanakan akikahpun boleh memakan sedikit dari daging akikah sebagaimana kurban, kalau akikah itu sunnah (bukan nadzar).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: