1 Komentar

Sedekah Sunnah

Selain sedekah wajib (zakat dan kafarat), agama juga menganjurkan supaya bersedekah pada jalan Allah secukupnya apabila ada kepentingan-kepentingan yang memerlukan, baik pada hal-hal tertentu ataupun pada kemaslahatan umum. Firman Allah (al baqarah 261): Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dari ayat tersebut teranglah bahwa sedekah pada jalan Allah (kebaikan) itu akan mendapat ganjaran tujuh ratus kali dari harta yang dia sedekahkan, bahkan Allah akan melipatgandakan dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Sehubungan dengan harta, manusia terbagi pada tiga tingkatan.
1. Sanggup mengorbankan hartanya untuk keperluan dirinya sendiri, untuk menolong orang yang susah, membantu kemaslahatan dan kemajuan agama, kemakmuran bangsa dan tanah air. Dengan bantuan mereka agama Islam dapat hidup dan maju, umat Islam sampai ke puncak ketinggian dan kesempurnaan, nama mereka akan kekal tercantum dalam lembaran tarikh, dan di akhirat mereka mendapat ganjaran yang setimpal dengan kemurahan mereka itu.
2. Tidak sanggup membelanjakan hartanya kecuali untuk kesenangan dan kemegahan hawa nafsunya sendiri. Tingkatan ini tidak jauh bedanya dengan hewan yang liar. Dengan mereka, agama tidak akan mendapat kemajuan, bahkan akan mendapat kemunduran. Dengan mereka agama kan mendapat pandangan yang tidak baik dari kacamata luar. Orang akan berkata bahwa Islam itu adalah agama yang kurang baik, agama yang tidak dapat mengatur masyarakat. Tetapi kalau hal ini diselidiki dengan sebenarnya, dalam agama Islam sudah tentu akan terdapat bahwa orang yang hanya mementingkan diri sendiri itu tidak disukai oleh agama Islam, bahkan sangat dibenci.
3. Orang yang telah diberi rizki oleh Allah, mendapat harta banyak, sedangkan dia tidak mengambil manfaatnya, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, hanya dikumpulkan dan dijaganya supaya jangan keluar dari tangannya. Dia semata-mata suka kepada zat harta, bukan pada manfaatnya. Disnagkanya harta itulah yang akan menjadi buah dari usahanya, tidak dibelanjakannya, baik untuk dirinya sendiri maupun terhadap kemaslahatan lain. Orang itu kikir terhadap dirinya sendiri, apalagi terhadap yang lainnya. Paham ini sesungguhnya amat jauh dari paham yang sehat. Otaknya tak dapat dipergunakannya, bahkan dapat dikatakan bahwa otaknya itu mendekat pada ukuran gila.

RENUNGAN

Riwayat Thabrani menjelaskan, Wahai umat Muhammad saw, demi Dzat yang mengutus diriku dengan haq, Allah tidak akan menerima sedekah dari seseorang yang dirinya mempunyai kerabat dan justru kerabat itu membutuhkan uluran tangannya, tetapi malah diberikan kepada orang lain. Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, kelak di hari kiamat Allah tidak akan memperhatikan-nya.

Riwayat Thabrani menjelaskan, Barangsiapa mempunyai kerabat lalu didatangi kerabatnya dimintai sebagian kekayaan yang diberikan Allah kepadanya, tetapi ia bakhil (menolaknya), niscaya Allah akan mengeluarkan seekor ular diperuntukkan kepadanya. Ular itu bernama “syuja”, ia menjilat-jilat dan melumatnya. Yang dijilat itu adalah sisa makanan (selilit) yang ada di mulutnya.

Riwayat An Nasai mengatakan, Rasulullah saw, bersabda : Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang yang kikir dan orang yang mengungkit-ungkit sedekahnya.

Riwayat Al Baihaqi, Hendaknya kamu merasa kaya dari manusia sekalipun hanya memiliki sepotong kayu siwak.

One comment on “Sedekah Sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: