Tinggalkan komentar

Ziarah Kubur

makamDisebutkan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad ila Sabilir Rasyad, Diriwayatkan dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda : Termasuk perkara yang menyenangkan bagi si mayit di dalam kuburnya adalah apabila diziarahi oleh orang yang menyukainya sewaktu di dunia.
Diriwayatkan oleh Al Uqaili dari Abu Harairah, Abu Razin bertanya, wahai Rasulullah, sesungguhnya jalan yang kulalui menghubungkan ke kuburan. Apakah ada ucapan khusus yang bisa kuucapkan jika aku melaluinya ? Nabi menjawab : Ucapkanlan, assalamu’alaikum ya ahlalkubur minal muslimina wal mu’minina antum lana salafun wanahnu lakum naba’un wainna insyaallahu bikum lahiqun. Abu Razin bertanya lagi : Apakah mereka mendengar ? Beliau memjawab : Ya mereka mendengar, tetapi tidak bisa menjawab (maksudnya jawabannya tidak bisa didengar orang yang hidup). Lebih lanjut Nabi saw bersabda : Wahai Abu Razin, tidaklah engkau senang jika salammu dijawab oleh sejumlah bilangan malaikat ?
Muhammad bin Ahmad Al Maruzi berkata, aku pernah mendengar Ahmad bin Hanbal mengatakan, apabila kamu memasuki pekuburan, maka bacalah surat Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Mu’awwidzatain (Al Falaq dan An Naas), dan kirimkanlah pahalanya kepada penghuni pekuburan itu, karena bacaan tadi sesungguhnya dapat tersampaikan kepada mereka.
Barangsiapa menziarahi kuburan kedua orang tuanya atau salah satu diantara keduanya pada hari Jum’at, lalu ia membacakan surat Yaasiin di kuburannya, niscaya ia akan mendapatkan ampunan (Alloh). (HR Ibnu ‘Addi)
Barangsiapa menziarahi kuburan kedua orang tuanya, atau salah satu diantara keduanya sekali setiap hari Jum’at, maka ia diampuni dan dicatat sebagai orang yang berbakti. (HR Al Hakim)
Disebutkan dalam kitab Fathul Mu’in : Sunnah bagi laki-laki untuk berziarah kubur, lain halnya bagi wanita, ziarah kubur baginya hukumnya adalah makruh.
Memang bagi wanita tetap disunnahkan berziarah ke makam Nabi saw, sebagian ulama menambah : demikian juga berziarah ke makam nabi-nabi yang lain, ulama dan para aulia.
Sunnah sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Syafi’i, membaca sebagian al qur’an yang terasa mudah di atas makam, lalu dengan menghadap kiblat dan berdo’a untuk si mayat.
Bagi orang yang berziarah, sunnah mengucapkan salam untuk ahli kubur secara umum.
Sunnah hukumnya meletakkan pelepah kurma yang masih segar sebagai ittiba’, karena berkat tasbih pelepah tersebut, siksa orang yang berada dalam kubur diperingan.
Mengenai apa yang dibiasakan, yaitu menabur semacam bunga yang segar, adalah dikiaskan dengan pelepah kurma.
Haram mengambil pelepah kurma atau bunga seperti tersebut di atas sebelum kering, karena pengambilan tersebut adalah memutuskan bagian si mayat sebagaimana yang telah sampai dari Nabi saw, sedang mengambil bunga yang masih basah adalah memutuskan hak mayat yang timbul sebab kepergian para malaikat yang turun untuk mencium bunga tersebut. Demikianlah yang dikatakan Ibnu Hajar dan Ibnu Ziyad.

Nabi saw. bersabda : Aku pernah melarang kamu menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahilah, karena untuk mengingatkan kamu pada kematian. (Hadits)

RENUNGAN
Seseorang itu tidak dijamin akan terlepas dari segala macam siksaan dalam kubur, walaupun ia seorang alim ulama’ atau seorang anak yang bapanya sangat dekat dengan Allah. Sebaliknya kubur itu tidak memandang adakah orang itu orang miskin, orang kaya, orang berkedudukan tinggi atau sebagainya, kubur akan melayani seseorang itu mengikuti amal shaleh yang telah dilakukan sewaktu hidupnya di dunia ini.
Jangan sekali-kali kita berfikir bahwa kita akan dapat menjawab setiap pertanyaan yang dikemukakan oleh dua malaikat Mungkar dan Nakir dengan cara kita menghafal. Pada hari ini kalau kita berkata kepada saudara kita yang jahil takutlah kamu kepada Allah dan takutlah kamu kepada pertanyaan yang akan dikemukakan ke atas kamu oleh malaikat Mungkar dan Nakir, maka mereka mungkin akan menjawab, “Ah mudah saja, aku sudaeh menghafal untuk menjawabnya.” Itu adalah kata-kata orang yang tidak berfikir. Seseorang itu tidak akan dapat menjawab setiap pertanyaan di alam kubur jika dia tidak mengamalkannya, sebab yang akan menjawab ialah amalnya sendiri. Seandainya dia rajin membaca al-Qur’an, maka al-Qur’an itu akan membelanya dan begitu juga seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: