Tinggalkan komentar

Walimah

Istilah walimah disebut di mana-mana yang terkait dengan makan bersama yang digunakan untuk sedekah karena kedatangan kebahagiaan. Upacara walimah ini jenisnya cukup banyak dan beraneka ragam. Di dalam istilah jawa ada ayang menyebutkan diantaranya dengan istilah ; kenduren, hajatan, bancaan, berokohan, terakatan, selametan, dan lain sebagainya.

Sedangkan walimah menurut ahli fiqih disebutkan dengan beberapa istilah, diantaranya :

1. Imlak ; karena aqad nakah

2. Walimah ; karena bertemunya pengantin

3. Khorosun ; karena kelahiran

4. ‘Aqiqah ; karena kelahiran dan pemberian nama

5. Wadhimah ; karena kematian

6. Wakirah ; karena membangun rumah

7. A’dzar ; karena khitan

8. Hadzaqun ; karena hataman kitab

9. Naqi’ah ; karena datang dari bepergian

10. Ma’dibah ; tanpa sebab

Yang jelas bahwa walimah ini terdorong oleh berbagai macam sebab. Sehingga dalam istilah jawa digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1. Bancaan ; karena datangnya kebahagiaan

2. Berokohan ; karena mengharap langgengnya kebagusan

3. Wilujengan ; karena mengharap aman dari bahaya, termasuk juga sambung do’a untuk orang yang sudah mati.

Walimah ini dihukumi sunnah, akan tetapi harus ikhlas dan tidak memaksakan diri karena tidak ada atau tidak mampu serta tidak berlebihan. Karena berlebihan itu larangannya agama.

Demikian pula walimah harus diniati dengan benar dan diatur dengan aturan yang tidak bertentangan dengan hukum-hukum syari’at agama Islam. Karena tidak sedikit upacara-upacara walimah yang dikembangkan dan ditambah dengan pengaruh lingkungan yang sudah maju ini, sehingga menghawatirkan terhadap keislaman. Oleh karena itu janganlah terlalu mudah untuk melaksanakan hal-hal yang belum mendapatkan keterangan agama. Namun juga jangan terlalu mudah mengharamkannya, karena mungkin hal itu tidak bertentangan dengan hukum agama, seperti misalnya walimatul hamli (tingkeban), dsb. Sedangkan upacara-upacara yang dii’tiqati dengan sengaja untuk menghormati dayang-dayangnya yang dianggap dapat memberi manfaat dan mudharat, adalah haram dan dapat membawa kepada kekufuran.

Dijelaskan di dalam Al Qur’an :

وانّه كان رجال من الانس يعوذون برجال من الجنّ فزادوهم رهقا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Wallahu a’lam.

quran_image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: