Tinggalkan komentar

Mempelajari Al Qur’an

5000-06

Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Qur’an dan yang mengajarkannya. (Hadits) Dan bacalah Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan/baik). (QS. Muzzammil-4)

Menurut Imam Zarkasyi dalam kitabnya AL BURHAN FI ULUMIL QUR’AN, menyebutkan ; bahwa yang dimaksud dengan tartil yaitu lafadhnya dibaca dengan suara tebal, diucapkan seluruhnya dengan fasih, tidak boleh dibaca dengan cepat karena akan berakibat kurangnya huruf-huruf tersebut, atau dapat mengurangi suatu kata dan tidak boleh keluar huruf-hurufnya hingga terlalu panjang. Sebab Rasulullah saw, bersabda yang artinya ;
Bacalah Qur’an dengan lagu Arab dan suaranya, dan jauhilah kamu berlagu dengan lagunya orang fasiq (berdosa) dan yang melakukan dosa besar. Maka sesungguhnya nanti akan datang satu kaum (golongan) sesudahku yang pedoman bacaan Qur’annya mengikuti pedoman nyanyian atau pedoman pendeta atau ratapan, yang demikian tidak akan sampai ke tenggorokan mereka (tidak membawa kebaikan). Hati mereka menjadi buruk, sedangkan tujuannya agar orang-orang tertarik pada mereka.

Dalam kitab MA’AL QUR’ANIL KARIM diterangkan tentang adanya kesepakatan para ulama dalam hal Qur’an yang harus dipelajari cara membacanya dengan baik. Dan jika tidak diperhatikan maka yang demikian akan termasuk orang-orang yang berdosa. Harus dipelajari tajwidnya, keadaan hurufnya, cara membacanya yang baik, harus benar cara mengeluarkan huruf-hurufnya, sesuai dengan hurufnya yang asli, dibaca dengan cara yang mudah dan tidak dibuat-buat, jelas bacaan tasydidnya, cukup dengungnya, sempurna harakat atau tanda bunyi barisnya, tebal dan terang suara hurufnya. Jika memang bacaan itu bersuara lembut harus lembut, begitu pula jika pendek, panjang, berhenti, larangan berhenti, dan hukum-hukum yang ditetapkan berdasarkan pedoman membaca tartil (tajwid).

Adapun tajwid (ilmu bacaan yang baik) yaitu cara membaca bacaan Qur’an yang baik dan diajarkan oleh para ulama cara membaca huruf yang tepat, ada suara huruf yang terang, tasydid, suara berdengung, dan lainnya.
Hukum mempelajari ilmu tsjwid adalah wajib yang tidak boleh ditinggalkan bagi mereka yang dapat mempelajarinya. Adapun yang disetujui oleh para ulama yaitu cara baca Qur’an yang telah dijalankan pada masa permulaan Islam yang berdasar kepada tuntunan Rasulullah saw, seperti yang dinyatakan dalam hadits Nabi saw :
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang membaca Qur’an sesuai dengan apa yang diturunkan

RENUNGAN

Abu Umamah r.a. berkata :

Rasulullah saw. telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah saw. memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.

Telah bersabda Rasulullah saw. :
Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?”

Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah SWT. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperoleh ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?”
Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua kerena anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”

Semua orang akan dapat memahami Qur’an sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.

Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: