Tinggalkan komentar

Suara Wanita

british_muslim_women

Dalam Fiqih ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah disebutkan bahwa suara perempuan bukanlah aurat. Karena isteri-isteri Nabi saw, pun berbicara dengan para sahabat beliau. Para sahabat itu mendengarkan hukum-hukum agama yang diajarkan oleh ibu-ibu kaum mu’minin itu. Namun demikian mendengar suara wanita tetaplah haram jika dikhawatirkan bisa tergoda karenanya, sekalipun suara itu didengar ketika membaca Al-Qur’an.Dan begitu pula wanita yang menghadap Amirul Mu’minin Umar bin Khattab ra, ketika beliau hendak membatasi mahar (maskawin) baginya, maka dibacakanlah oleh wanita itu firman Allah SWT.

Artinya :
Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepadanya harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikitpun. (An-Nisaa’ : 20)

Seketika berkatalah Umar : benarlah wanita dan Umar keliru. Andaikan suara itu aurat, pastilah Amirul Mu’minin mencegah dia membaca sesuatu.
Jadi jelaslah, suara wanita itu memang bukan aurat. Tapi sungguhpun begitu, kalau ada seorang wanita dengan suaranya hendak membangkitkan nafsu lelaki terhadapnya, dengan melembutkan dan melemah gemulaikannya atau suaranya memang lemah gemulai bisa membangkitkan gejolak lelaki, kemudian wanita itu makin menjadi-jadi, maka perbuatan seperti itu terlarang. Dalilnya ialah firman Allah SWT.

Artinya :
Maka janganlah kamu tunduk (maksudnya jangan berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian lelaki bertindak yang tidak baik) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang (menyimpan) penyakit dalam hatinya. (Al-Ahzaab : 32)

Suara Wanitadalam Shalat

Para Ulama tidak sependapat tentang seberapa batas suara tinggi dan rendah (jahar dan israr) bagi wanita dalam shalatnya.

Ulama madzhab Maliki berpendapat, bahwa suara jahr bagi wanita hanya satu macam, yaitu jika dirinya sendiri telah dapat mendengarnya. Sedang israrnya ialah dengan telah tergeraknya lidah. Demikian pendapat mereka yang mu’tamad.

Ulama madzhab Syafi’I mengatakan, suara jahr setidaknya bila orang yang ada di sampingnya (baik laki-laki maupun perempuan) dapat mendengar. Hanya saja wanita memang tidak boleh meninggikan suaranya jika ada orang laki-laki asing (bukan muhrim). Sedangkan suara rendah setidaknya agar dalam keadaan tidak ada gangguan dapat didengar oleh dirinya sendiri.

Menurut ulama madzhab Hambali, wanita tidaklah disunnatkan meninggikan suaranya, sekalipun tidak berdosa bersuara tinggi bila tidak didengar oleh lelaki asing (bukan muhrim). Dan jika ada lelaki asing yang mendengar, maka meninggikan suara bagi wanita adalah terlarang.

Menurut ulama madzhab Hanafi, suara tinggi dalam shalat paling sedikit orang lain yang tidak berdekatan harus dengar, seperti seluruh jamaah yang ada pada shaf awal. Jadi kalau yang mendengar hanya satu orang saja, maka itu belum cukup. Sedang suara yang setinggi-tingginya tidaklah terbatas. Adapun suara rendah itupun harus didengar oleh dirinya sendiri atau satu dua orang yang ada di dekatnya. Adapun sekedar gerakan lidah belumlah cukup. Menurut pendapat yang mu’tamad dari mereka, suara wanita bukanlah aurat.

Adzan oleh Wanita

Adzan yang dikumandangkan oleh wanita ataupun orang banci adalah tidak sah, demikian menurut keterangan yang ada pada Fiqih ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, yaitu :
Bagi muadzdzin dipersyaratkan orang Islam, jadi tidak sah adzan dari selain orang Islam. Muadzdzin harus berakal. Orang gila, mabuk, maupun anak kecil yang belum tamyiz tidak sah adzannya. Dan juga hendaknya orang lelaki, maka adzan dari wanita atau banci tidak sah.

Sumber : Kitab Fiqhul Mar’ah Al-Muslimah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: