6 Komentar

Kunci Sederhana Menghindari Pertengkaran Rumah Tangga

menuju-pelaminan2Banyak orang mengatakan bahwa pertengkaran antara suami-istri adalah hal yang biasa, merupakan bumbunya kehidupan rumah tangga atau merupakan bunganya kehidupan suami istri.  Pernyataan tersebut sesungguhnya bertentangan dengan kenyataan, karena yang dikatakan bumbu itu untuk menambah datangnya kenikmatan dan yang dikatakan bunga itu untuk mendatangkan keindahan.

menuju-pelaminan2

Banyak orang mengatakan bahwa pertengkaran antara suami-istri adalah hal yang biasa, merupakan bumbunya kehidupan rumah tangga atau merupakan bunganya kehidupan suami istri. Pernyataan tersebut sesungguhnya bertentangan dengan kenyataan, karena yang dikatakan bumbu itu untuk menambah datangnya kenikmatan dan yang dikatakan bunga itu untuk mendatangkan keindahan. Yang jelas pertengkaran antara suami-istri bukanlah bumbu ataupun bunganya kehidupan rumah tangga. Karena, kenyataannya rata-rata timbulnya perceraian diawali oleh pertengkaran-pertengkaran yang terjadi antara suami-istri.

Secara naluriyah setiap orang yang berumah tangga tidak menginginkan terjadi pertengkaran. Hal ini dapat dirasakan oleh sepasang pengantin baru yang sedang berada dihadapan penghulu dalam melangsungkan aqdunnikah. Insyaallah bagi suami-istri pernah merasakan hal itu, dimana dihadapannya terbentang sejuta harapan yang diliputi dengan keindahan, kenikmatan dan kebahagiaan yang diridloi Allah SWT.

Perceraian yang rata-rata disebabkan oleh pertengkaran suami-istri yang sering memunculkan istilah TIDAK ADA KECOCOKAN, sebenarnya bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh suami-istri. Bagi calon-calon pengantin, perlulah kiranya mengetahui kunci-kunci kehidupan rumah tangga sehingga insyaallah akan terhindar dari munculnya pertengkaran rumah tangga yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya dan tidak pernah diharapkan kehadirannya.

Salah satu kunci sederhana agar suami-istri terhindar dari pertengkaran rumah tangga adalah memahami betul akan sindiran Allah terhadap suami istri yang terdapat di dalam Al Qur’an. Firman Allah tersebut sangat mudah untuk diingat dan tidak sulit untuk diamalkan.

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Mereka (istri-istrimu) merupakan pakaian bagimu (suami) dan kamu (suami) merupakan pakaian bagi mereka (istri-istrimu). (terdapat dalam ayat 187 surah al baqarah)

Di dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa firman Allah ini merupakan sindiran bagi suami-istri, bahwa mereka (suami-istri) saling membutuhkan dan saling bergantung. Jika kita simak untaian kata yang sangat indah tersebut, masing-masing digambarkan sebagai pakaian. Sehingga memberikan pengertian bagi kita bahwa suami istri harus berlomba-lomba menjadikan dirinya sebagai pakaian (bukan sebagai pemakai). Suami istri berlomba-lomba untuk memberi dan melayani (bukan minta untuk diberi dan dilayani), saling menjaga dan saling menghormati.

Perlu kita sadari, ketika antara suami istri, salah satunya atau keduanya menjadi pihak yang minta untuk diberi dan dilayani (dalam segala hal), maka akan membuka peluang untuk munculnya ketidakpuasan atas tuntutannya. Ketidakpuasan inilah yang menjadi cikal bakal terjadinya pertengkaran. Di dalam kenyataan hidup manusia, ketika antara dua pihak atau lebih dimana salah satunya menjadi pihak yang minta untuk diberi dan dilayani, suatu saat akan muncul ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkannya. Sehingga muncullah istilah TIDAK COCOK. Istilah inilah yang merupakan salah satu faktor yang dominan untuk munculnya gejolak hati menuju perasaan dongkol, amarah dan sejenisnya yang pada akhirnya terjadilah pertengkaran dan tidak jarang hingga berakhir pada perceraian. Dan perlu kita ingat kembali bahwa perceraian, tidak pernah terbayangkan ketika kita dihadapkan pada pernikahan.

Keadaan tersebut sangatlah berbeda ketika mereka sama-sama menjadikan dirinya sebagai pihak yang memberi dan melayani (dalam segala kebaikan), maka insyaallah akan muncul kelegaan, kepuasan, kesenangan, ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Keadaan seperti ini, merupakan gambaran dan impian bagi setiap mereka yang hendak melangsungkan pernikahan.

Oleh karena itu bagi penjenengan yang sudah siap-siap untuk melangsungkan pernikahan, perlu kiranya untuk mengamalkan salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga ini. Berlomba-lomba menjadikan dirinya sebagai pakaian bagi pasangannya. Saling memberi dan saling melayani serta saling menjaga dan saling menghormati. Inilah yang merupakan bumbu dan kembangnya kehidupan suami istri, yang insyaallah akan menghindarkan kita dari pertengkaran rumah tangga dan insyaallah akan membuahkan kenikmatan dan kebahagiaan hidup berumah tangga. Aamiin.

Wallahua’lam.

6 comments on “Kunci Sederhana Menghindari Pertengkaran Rumah Tangga

  1. Assalamualaikum,,
    numpang mampir, mau minta gambarnya, kebetulan baru buat artikel tentang menuju pernikahan juga. Terimakasih mas..
    Wassalam..

  2. Walau belum menikah tulisan ini jadi referensi yang baik buat saya.Mohon doanya semoga saya bisa segera membangun keluarga sakinahmawaddah warahmah.Terima kasih Pak

  3. Seandainya milik ada di tangan kami, mau mengajak kerja sama dengan usaha yang sama, jika ini juga ada yang minat. Terima kasih

  4. indahnya berumah tangga…

  5. Bagus… Hehehe jadi tambah wawasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: