Tinggalkan komentar

Perihal Bersuci

TENTANG AIR

Air yang boleh digunakan untuk bersuci ada 7 (tujuh) macam, diantaranya adalah :

1.Air hujan, 2.Air laut, 3.Air sungai, 4.Air pancuran (mata air), 5.Air perigi (sumur), 6.Air embun, 7.Air salju.

Air tersebut di atas, digolongkan menjadi 4 (empat) bagian yaitu :
1. Air Muthlaq : yaitu air suci lagi mensucikan dan bukan air yang terkait dengan zatnya seperti ; air teh, air kelapa dan sebagainya, meskipun suci untuk diminum tetapi tidak mensucikan untuk berwudhu’ ataupun mandi wajib.
2. Air Makruh : yaitu air suci lagi mensucikan tetapi makruh memakainya, seperti ; air panas dan air yang dijemur dalam bejana.
3. Air Musta’mal : yaitu air sedikit yang sudah dipakai wudhu’ atau bekas dipakai mencuci najis.
4. Air Najis : yaitu air yang sedikit (kurang dari dua qullah) dan bercampur dengan najis meskipun air tersebut tidak berubah warnanya, baunya dan rasanya, ataupun air yang banyak (lebih dari dua qullah) tetapi berubah karena tercapur najis.
Catatan :
Dua qullah kurang lebih sama dengan 190 liter atau seukuran dengan tempat yang sisi-sisinya 58 cm.

TENTANG NAJIS

Najis adalah segala sesuatu yang dapat mencegah sahnya shalat dan diharamkan untuk memakannya. Najis dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu :
1. Najis Mughalladhah : Najis yang sangat berat, disebabkan dari anjing dan babi atau dari keturunan antara keduanya. Mencucinya, hilangkan dulu rupa najisnya kemudian cuci dengan air bersih tujuh kali, kemudian dengan campuran tanah yang suci sekali.

2. Najis Mutawassithah : Najis pertengahan, yaitu najis yang bukan dari binatang anjing dan babi ataupun keturunan dari keduanya. Misalnya ; najis-najis air kencing, tahi, darah, nanah, arak, muntahan, bangkai binatang yang mati tidak disembelih, susu binatang yang haram dimakan dan sebagainya. Membasuhnya cukuplah sekali basuh dengan air bersih hingga hilang warna, bau dan rasanya.
3. Najis Mukhaffafah : Najis yang ringan, yaitu najis air kencing bayi laki-laki yang belum sampai umur dua tahun dan belum makan apa-apa kecuali air susu ibunya atau air susu lainnya. Membasuhnya hanya cukup dengan memercikkan air atasnya hingga basah meskipun tidak sampai mengalir.

MANDI WAJIB

Hal yang mewajibkan mandi ada 6 (enam) perkara, yaitu :
1. Bersetubuh (jima’) meskipun tidak keluar mani.
2. Keluar mani dengan sebab mimpi atau lainnya.
3. Mati yang bukan mati syahid.
4. Haid bagi perempuan.
5. Nifas bagi perempuan.
6. Walidah (bersalin atau beranak).

Fardhunya mandi itu ada 3 (tiga) perkara, yaitu :
1. Niat, bersamaan dengan mula-mula membasuh sebagian tubuh sambil membaca lafadh niatnya.
2. Menghilangkan najis atau kotoran yang dhahir pada tubuh.
3. Meratakan air ke seluruh tubuh.

Sedangkan sunnahnya mandi ada 6 (enam) perkara, yaitu :
1. Membaca bismillahirrahmanirrahim.
2. Berwudhu dahulu sebelum mandi.
3. Menghadap kiblat.
4. Menggosok seluruh tubuh dengan tangan.
5. Menigakalikan membasuh sekalian anggota tubuh.
6. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri.

DARAH PEREMPUAN

Darah perempuan terbagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu :
1. Darah Haid : Yaitu darah yang biasa keluar dari rahim perempuan yang sehat, tiada suatu sebab dan usianya telah sampai sembilan tahun atau lebih. Adapun lamanya haid sekurang-kurangnya sehari semalam dan sebanyak-banyaknya lima belas hari, tetapi kebanyakan enam hari atau tujuh hari dengan malamnya. Jika lebih dari lima belas hari dihukumi darah istihadhah. Sedangkan suci antara dua haid adalah lima belas hari dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
2. Darah Nifas : yaitu darah yang keluar setelah bersalin (beranak). Adapun lamanya nifas sekurang-kurangnya satu lahdhah (securatan) dan selama-lamanya enam puluh hari dengan malamnya, tetapi kebanyakan empat puluh hari dengan malamnya. Jika lebih dari enam puluh hari maka dihukumi darah istihadhah.
3. Darah Istihadhah : yaitu darah penyakit (bukan dari haid dan nifas) yang keluar dari qubul perempuan dengan ada suatu sebab, misalnya sakit atau lainnya.

LAFADH NIAT MANDI
نويت غسلالرفع الحدث الاكبرفرضالله تعالى
Nawaitu ghuslan liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya :
Sengaja aku mandi mengangkat hadas besar, fardhu karena Allah Ta’ala.
نويت غسلالرفع الحدث الحيض فرضالله تعالى
Nawaitu ghuslan liraf’il hadatsil haidhi fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya :
Sengaja aku mandi mengangkat hadas haid, fardhu karena Allah Ta’ala.
نويت غسلالرفع الحدث النّفاس فرضالله تعالى
Nawaitu ghuslan liraf’il hadatsin nifaasi fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya :
Sengaja aku mandi mengangkat hadas nifas, fardhu karena Allah Ta’ala.
نويت غسلالرفع الحدث الولادة فرضالله تعالى
Nawaitu ghuslan liraf’il hadatsil wilaadati fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya :
Sengaja aku mandi mengangkat hadas beranak, fardhu karena Allah Ta’ala.

HAL YANG HARAM ATAS ORANG HAID DAN NIFAS

Hal-hal yang haram dilakukan oleh orang yang sedang haid dan nifas ada 8 (delapan) perkara, yaitu :
1. Shalat (tidak wajib mengqadha’).
2. Puasa (wajib mengqadha’ di waktu lain).
3. Thawaf (mengelilingi Ka’bah di Makkah).
4. Membaca, menyentuh atau membawa kitab suci Al Qur’an.
5. Berhenti atau lewat di dalam masjid (ditakutkan darahnya menitik ketika itu).
6. Bersetubuh ataupun bersedap-sedap pada barang antara pusat dan lutut.
7. Thalak (bercerai).
8. Niat mengangkat hadast besar.

PERIHAL WUDHU

Sebelum melakukan shalat diwajibkan bersuci dahulu, yaitu berwudhu dengan air atau tayammum dengan debu tanah bagi orang yang ada sebab.

Syarat-syarat wudhu itu ada 9 (sembilan) perkara, yaitu :
1. Beragama Islam.
2. Tamyiz (dapat membedakan perkara yang baik dan yang jahat).
3. Suci dari darah haid dan nifas (bagi perempuan).
4. Tidak ada barang yang nencegah air pada anggota wudhu, misalnya ; cat, lilin, getah dan sebagainya.
5. Tidak ada barang pada anggota wudhu yang dapat merubah air wudhu, misalnya ; kesumba dan sebagainya.
6. Menggunakan air yang suci lagi mensucikan.
7. Mengetahui fardhu-fardhunya wudhu.
8. Tidak mengi’tikatkan yang fardhu itu sunnah.
9. Masuk waktu (bagi orang yang beser).

Fardhunya wudhu itu ada 6 (enam) perkara, yaitu :
1. Niat di dalam hati ketika membasuh muka.
2. Membasuh muka, batasnya dari dahi tempat tumbuhnya rambut hingga dagu, dan dari anak telinga kiri hingga yang kanan menurut lebarnya.
3. Membasuh kedua tangan kanan dan kiri dari ujung jari hingga siku.
4. Menyapu (membasahi) sebagian kepala.
5. Membasuh kedua kaki kanan dan kiri hingga mata kaki.
6. Tertib, yaitu berurutan.

Adapun lafadh niat wudhu sebagai berikut :
نويت الوضوءلرفع الحدث الاصغرفرضالله تعالى
Nawaitul wudhuu-a liraf’il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya :
Sengaja aku berwudhu mengangkat hadas yang kecil, fardhu karena Allah Ta’ala.

Sunnahnya wudhu ada 12 (dua belas) perkara, yaitu :
1. Membaca bismillahirrahmanirrahim.
2. Menghadap kiblat.
3. Bersiwak (menggosok gigi).
4. Membasuh kedua pergelangan tangan terlebih dahulu.
5. Berkumur 3 (tiga) kali.
6. Memasukkan air ke dalam hidung 3 (tiga) kali.
7. Membasuh kedua telinga luar dan dalam sesudah menyapu sebagian kepala.
8. Mendahulukan yang kanan atas yang kiri.
9. Menyela-nyela segenap jari tangan dan kaki.
10. Menyela-nyela jenggot yang tebal bulunya.
11. Meniga-kalikan membasuh ataupun menyapu, serta berturut-turut.
12. Berdo’a sesudah wudhu.

Do’a sesudah wudhu.
اشهد ان لااله الاّالله وحده لاشريك له . واشهدانّ سيّدنا محمّدا عبده ورسوله . اللّهمّ اجعلني من التّوّابين واجعلني من المتطهّرين واجعلني من عبادك الصّلحين . سبحانك اللّهمّ وبحمدك اشهد ان لااله الا انت استغفرك واتوب اليك . وصلّى الله على سيّدنا محمّد وعلى اله وصحبه وسلّم .
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu warasuuluh. Allaahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin waj’alnii min’ibaadikashshaalihiin. Subhanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. Washallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihii wasallam.

Artinya :
Saya bersaksi tiada Tuhan yang layak disembah melainkan Allah, tiada sekutu baginya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu hambaNya dan rasulNya. Yaa Allah jadikanlah aku orang yang tobat, dan jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku hamba yang shaleh. Maha Suci Engkau yaa Tuhanku dan segala puji bagiMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku minta ampun kepadaMu dan tobat kepadaMu. Dan Allah memberi rahmat atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan sahabat-sahabatnya dan memberi keselamatan.

Hal yang membatalkan atau merusak wudhu itu ada 5 (lima) perkara, yaitu :
1. Keluar sesuatu dari salah satu dua jalan, yaitu qubul atau dubur. Misalnya ; berak, kentut, kencing, dan sebagainya kecuali mani.
2. Hilang akal sebab gila, mabuk, pingsan dan sebagainya.
3. Tidur yang tidak tetap kedudukannya.
4. Tersentuh kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang boleh dinikahi.
5. Menyentuh kemaluan manusia (qubul/dubur) dengan tapak tangan.

Makruhnya wudhu itu ada 5 (lima) perkara, yaitu :
1. Berlebih-lebihan dalam menggunakan air dari yang semestinya.
2. Meninggalkan sunnah-sunnahnya wudhu.
3. Mendahulukan yang kiri atas yang kanan.
4. Meminta tolong kepada orang lain untuk membasuhkan anggota wudhu / menumpahkan air, padahal dalam keadaan sehat.
5. Melebihi dari tiga kali dalam membasuh atau mengusap.

TAYAMMUM

Tayammum adalah perbuatan pengganti wudhu ataupun mandi dengan memakai debu tanah yang suci disampaikan ke muka dan kedua belah tangan dengan syarat-syarat tertentu.

Syarat tayammun itu 4 (empat) perkara, yaitu :
1. Tidak ada air, dan sudah dicari sebelumnya.
2. Dalam sakit yang takut terkena air.
3. Masuk waktu shalat.
4. Dengan debu tanah yang suci.

Fardhunya tayammum ada 5 (lima) perkara, yaitu :
1. Niat bertayammum untuk mengharuskan shalat.
2. Memindahkan debu tanah ke kedua belah tangan dan meratakannya.
3. Menyapu muka.
4. Menyapu kedua belah tangan hingga siku.
5. Tertib atau berurutan.

Sedangkan sunnahnya tayammum itu 5 (lima) perkara, yaitu :
1. Membaca bismillahirrahmanirrahim.
2. Menghadap kiblat.
3. Mendahulukan yang kanan atas yang kiri.
4. Menipiskan debu yang melekat di tapak tangan.
5. Melakukan dengan berturut-turut.

Lafadh niat tayammum sebagai berikut :
نويت التّيمّم لاستباحةفرض الصّلاة لله تعالى
Nawaitut tayammuma listibaahati fardhishshalaati lillaahi ta’aala.

Artinya :
Sengaja aku bertayammum untuk mengharuskan shalat karena Allah Ta’ala.

Hal yang membatalkan tayammum itu 3 (tiga) perkara, yaitu :
1. Segala apa yang membatalkan wudhu.
2. Melihat air sebelum shalat (bagi orang yang dapat memakai air).
3. Murtad (berpaling dari agama Islam).

Catatan :
Tayammum itu hanya untuk sekali shalat yang fardhu, meskipun tidak berhadas. Jadi untuk melakukan shalat fardhu yang lain harus bertayammum lagi. Kecuali shalat sunnah boleh mengerjakan berkali-kali dalam satu tayammum.

MUHRIM

Muhrim artinya segala perempuan yang haram dikawin dan wudhu tidaklah batal karena menyentuh salah seorang dari mereka.

Mereka itu ada 11 (sebelas) orang perempuan, yaitu :
1.Ibu, 2.Anak, 3.Saudara (adik atau kakak), 4.Saudara ayah, 5.Saudara ibu, 6.Anak saudara laki-laki, 7.Anak saudara perempuan, 8.Ibu tiri, 9.Anak tiri, 10.Menatu, 11.Mertua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: