Tinggalkan komentar

Rukun Iman

AGAMA ISLAM
Agama Islam adalah peraturan yang benar tentang peri kehidupan manusia yang sesuai dengan akal dan pikiran yang dibawa oleh utusan Allah SWT yaitu junjungan kita Nabi Muhammad saw., untuk segenap bangsa manusia supaya keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Agama Islam merupakan peraturan untuk semua manusia yang masih hidup di dunia, agar terhindar dari kesesatan dan supaya dapat mencapai kebahagiaan, kemuliaan, keselamatan, kesejahteraan dan tinggi kedudukannya di dunia hingga akhirat.

RUKUN IMAN

Rukun Iman itu ada 6 (enam) perkara, yaitu:
Pertama : امنت باالله percaya kepada Allah
Kedua : وملائكته percaya dengan Malaikat-malaikatNya
Ketiga : وكتبه percaya dengan semua kitabNya
Keempat : ورسله percaya dengan semua rasulNya
Kelima : واليوم الاخر percaya dengan hari kemudian/qiamat
Keenam : والقدرخيره وشرّه percaya dengan takdir baik dan buruk

PERCAYA KEPADA ALLAH

Allah itu yang menjadikan tujuh lapis langit dan tujuh bumi serta semua yang ada di dalamnya. Allah itu bersifat kesempurnaan, tidak ada yang menyerupai Dia. Maha suci Allah, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui gerak-gerik hati semua mahluk, yaitu mengetahui segala perbuatan mahluknya yang dzahir maupun yang batin, lagi Maha Berkuasa dan hidup kekal selama-lamanya (tiada akan mati).

PERCAYA KEPADA MALAIKATNYA

Malaikat itu adalah pesuruh Allah yang selamanya taat dalam menjalankan perintah Allah yang telah diwajibkan padanya. Malaikat itu bukan laki-laki dan bukan perempuan. Mereka dijadikan dengan badan yang halus, tidak mempunyai hawa nafsu akan tetapi mempunyai akal. Oleh sebab itu, mereka tidak pernah durhaka kepada Allah dari mula-mula diciptakan sampai hari qiamat. Tempat mereka memenuhi tepi langit dan bumi, tetapi tiada menghendaki tempat seperti mahluk-mahluk yang lain, sebab badannya itu seperti cahaya yang tidak membutuhkan tempat bagi dirinya. Malaikat itu sangat banyak (tidak terhingga banyaknya), hanya Allah yang mengetahuinya. Yang wajib kita ketahui ada 10 (sepuluh) malaikat yaitu :
1. Malaikat Jibril, pekerjaannya menjadi utusan Allah yaitu menyampaikan wahyu kepada para Rasul dan para Nabi, untuk segenap manusia.
2. Malaikat Mikail, pekerjaannya mengurus hujan dan mengantarkan rizki kepada semua mahluk yang masih hidup.
3. Malaikat Israfil, pekerjaannya membunyikan nafakh, yaitu puput atau suling yang maha besar. Nafakh tersebut dua kali dibunyikan, jika sudah sampai waktunya, maksud yang pertama adalah mematikan semua mahluk dan yang kedua menghidupkan kembali semua yang telah mati.
4. Malaikat Izrail, pekerjaannya mencabut nyawa semua yang berjiwa.
5. Malaikat Raqib, pekerjaannya menulis segala perbuatan yang baik dari jin dan manusia.
6. Malaikat ‘Atid, pekerjaannya menulis segala perbuatan yang jahat dari jin dan manusia.
7. Malaikat Munkar, dan
8. Malaikat Nakir, keduanya bertugas menanyai segenap orang yang mati di dalam kubur.
9. Malaikat Malik, pekerjaannya menjaga neraka.
10. Malaikat Ridwan, pekerjaannya menjaga surga.

PERCAYA DENGAN KITABNYA

Kitab itu banyak yang diturunkan Allah kepada RasulNya, hanya Allah saja yang mengetahuinya dan yang wajib diketahui empat kitab dan seratus suhuf. Kitab artinya yang berjilid, sedangkan suhuf artinya lembaran saja.

Adapun kitab yang 4 (empat) itu adalah :
1. Taurat : Dalam bahasa Ibrani, diturunkan Allah kepada Nabi Musa as.
2. Zabur : Dalam bahasa Qibthi, diturunkan Allah kepada Nabi Daud as.
3. Injil : Dalam bahasa Suryani, diturunkan Allah kepada Nabi Isa as.
4. Furqan (Qur’an) : Dalam bahasa Arab, diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw.

Seratus suhuf itu, diturunkan oleh Allah kepada 3 (tiga) orang nabi, yaitu :
1. 60 Suhuf : Kepada Nabi Syist as.
2. 30 Suhuf : Kepada Nabi Ibrahim as.
3. 10 Suhuf : Kepada Nabi Musa as.

PERCAYA KEPADA RASULNYA

Rasul itu adalah pesuruh Allah untuk memimpin isi dunia agar mereka mengetahui bahwa manusia hidup di dunia ini diciptakan oleh Allah SWT dan difardhukan kepadanya untuk menyembah dan taat beribadah kepada Allah yang disampaikan kepada segenap manusia agar mereka keluar dari kesesatan. Jumlah para Rasul ada 313 orang dan jumlah para Nabi sangat banyak dan hanya Allah yang mengetahuinya. Tetapi yang wajib diketahui adalah 25 (duapuluh lima) orang, yaitu :
1.Adam, 2.Idris, 3.Nuh, 4.Hud, 5.Luth, 6.Shaleh, 7.Ibrahim, 8.Isma’il, 9.Ishak, 10.Ya’kub, 11.Yusuf, 12.Ayyub, 13.Syu’aib, 14.Musa, 15.Harun, 16.Ilyasa, 17.Dzulkifli, 18.Daud, 19.Sulaiman, 20.Ilyas, 21.Yunus, 22.Zakaria, 23.Yahya, 24.Isa, 25.Muhammad saw.

Umat Islam tidak boleh membeda-bedakan antara para Rasul dan para Nabi, karena semuanya itu mempunyai empat sifat yang tertentu bagi mereka, yaitu :
Pertama : Shiddiq, artinya benar (lurus).
Kedua : Amanah, artinya kepercayaan.
Ketiga : Tabligh, artinya menyampaikan.
Keempat : Fathanah, artinya bijaksana (pandai).

Para Rasul dan para Nabi adalah manusia yang berkelakuan sebagaimana manusia juga, yaitu ; makan, minum, tidur, bisa sakit, mati dan sebagainya. Oleh karena itu janganlah sekali-kali mengangkat (mengakui) sebagai anak Tuhan atau bersifat ketuhanan.

PERCAYA KEPADA HARI KEMUDIAN (QIAMAT)

Hari qiamat atau hari pembalasan, yang akan datang nanti tidak ada seorangpun yang mengetahui, hanya Allah yang mengetahuinya. Di hari qiamat itu Allah akan menanyai semua mahluknya dari segala apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Jika perbuatannya baik dan berbakti kepada Allah, yakni mengerjakan segala perintahNya dan menjahui segala laranganNya, niscaya Allah membalasnya dengan kebaikan juga, yaitu ditempatkan di dalam surga yang amat mulia. Tetapi sebaliknya jika perbuatannya jahat dan ingkar kepada Allah, niscaya dibalas dengan kejahatan juga, yaitu disiksa dengan siksaan yang amat pedih dan dimasukkannya ke dalam neraka jahannam.

PERCAYA KEPADA QADAR
(Ketentuan yang baik dan yang buruk dari Allah Ta’ala)

Bahwasanya segala apa saja yang terjadi atas diri seseorang itu semuanya dari Allah Ta’ala, yakni telah ditakdirkan Allah yang meyusun dan menentukan segala yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Dan bagi segenap manusia itu ada usaha dan ikhtiar. Usaha dan ikhtiar manusia itu tak dapat tercapai apa yang dimaksudkannya, jika tidak dikehendaki Allah yang memiliki sekalian alam ini.
Segala fikiran dan usaha-usaha manusia yang telah tercapai bukan karena kepandaiannya, hanya sesungguhnya telah ditentukan Allah yang Maha Adil dan Maha Kuasa. Bahkan fikiran dan akal yang ada padanya itu, semuanya karunia dan anugerah dari Allah Ta’ala. Oleh karena itulah bagi tiap-tiap manusia yang benar-benar percaya dengan rukun iman yang enam perkara ini, tentulah tak akan menyesal dengan sesuatu bala’ yang menimpa atasa dirinya. Begitu pula tidaklah ia takkabur sehingga melupakan famili-familinya ketika beroleh kesenangan di dunia ini. Rukun iman yang ke enam mendidik dan memimpin manusia agar sabar atas bala’ bencana yang datang menimpa dirinya, dan agar supaya ia syukur kepada Allah yang menjadikannya, ketika ia mendapat sesuatu kesenangan dan kekayaan, begitu pula kekayaan manusia itu tak akan kekal selama-lamanya, kesemuanya yang ada pada manusia itu akan kembali lagi kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: