Tinggalkan komentar

Perihal Shalat

Pengertian shalat dalam syara’ adalah menyembah Allah yaitu dengan perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan disudahi dengan salam yang wajib dikerjakan pada waktu-waktu tertentu.

Shalat yang wajib dikerjakan dalam setiap hari ada 5 (lima) yaitu :
1. Dzohor dikerjakan 4 (empat) raka’at.
2. Ashar dikerjakan 4 (empat) raka’at.
3. Maghrib dikerjakan 3 (tiga) raka’at.
4. Isya’ dikerjakan 4 (empat) raka’at.
5. Shubuh dikerjakan 2 (dua) raka’at.

Waktu-waktu shalat adalah sebagai berikut :
Dzohor : Waktunya dari mulai tergelincir matahari hingga sama bayangannya atau lebih sedikit sesuatu barang yang didirikan lurus dari ukuran panjangnya.
Ashar : Waktunya dari habisnya waktu dzohor hingga tenggelamnya matahari.
Maghrib : Waktunya dari terbenamnya matahari hingga hilangnya cahaya mega merah.
Isya’ : Waktunya dari lenyapnya cahaya mega merah hingga fajar shadiq.
Shubuh : Waktunya mulai terbit fajar shadiq hingga terbitnya matahari.

Syarat-syarat shalat ada 10 (sepuluh) perkara, yaitu :
1. Islam.
2. Tamyiz.
3. Suci dari dua hadas, yaitu hadas kecil dan hadas besar.
4. Suci anggota badan, pakaian, dan tempat shalat dari najis.
5. Menutup aurat. (aurat laki-laki dari pusat sampai lutut, aurat perempuan seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan).
6. Menghadap kiblat.
7. Masuk waktu shalat.
8. Mengetahui shalat yang fardhu dan shalat yang sunnah.
9. Tidak mengi’tikatkan yang fardhu itu sunnah.
10. Menjahui segala yang membatalkan wudhu dan yang membatalkan shalat.

Rukun-rukun shalat ada 13 (tiga belas) perkara, yaitu :
1. Berdiri bagi yang mampu, dan dibolehkan duduk atau terlentang bagi yang sakit.
2. Niat (sengaja shalat).
3. Menyebut takbiratul ihram (Allahu akbar yang pertama).
4. Membaca fatihah.
5. Ruku’ serta tuma’ninah (berhenti/diam sebentar).
6. I’tidal serta tuma’ninah.
7. Sujud serta tuma’ninah.
8. Duduk antara dua sujud serta tuma’ninah.
9. Duduk yang akhir.
10. Tasyahhud (tahyat) akhir.
11. Shalawat atas nabi pada tasyahhud akhir.
12. Salam yang pertama.
13. Tertib.

Hal yang membatalkan shalat ada 13 (tiga belas) perkara, yaitu :
1. Berhadas, yakni keluar apa saja dari qubul ataupun dubur.
2. Bercakap-cakap dengan sengaja selain dari bacaan shalat.
3. Terbuka aurat (kecuali segera ditutup).
4. Bergerak berturut-turut tiga kali.
5. Terkena najis.
6. Makan/minum sedikit dengan sengaja.
7. Menghadap ke lain kiblat.
8. Melangkah atau memukul yang sangat.
9. Berdaham-daham ataupun tertawa.
10. Menambah rukun fi’li dengan sengaja, misalnya menambah raka’at.
11. Ma’mum mendahului imam dalam dua rukun.
12. Berubah niat atau berniat membatalkan shalat.
13. Murtad (berpaling dari agama Islam).

Sunnah-sunnahnya shalat.

Sunnah sebelum melakukan shalat ada 3 (tiga) perkara, yaitu :
1. Adzan dan Iqamah bagi laki-laki dan bagi perempuan iqamah saja.
2. Mendindingi dihadapannya, dengan kain dan lain-lain untuk menghalangi jika ada orang yang berlalu dihadapannya ketika shalat.
3. Menggosok gigi (bersiwak).

Sunnah di dalam shalat terbagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu : SUNNAH AB’ADH dan SUNNAH HAI-AT.

Sunnah ab’ad ada 5 (lima) perkara, yaitu :
1. Tasyahhud awal (tahyat pertama) beserta duduknya.
2. Shalawat atas nabi pada tasyahhud awal.
3. Sahalawat atas keluarga nabi pada tasyahhud akhir.
4. Qunnut serta berdiri ketika membacanya (dalam shalat subuh dan shalat witir yang akhir dari pertengahan bulan ramadhan).
5. Shalawat atas nabi dan keluarganya serta sahabatnya dalam penghabisan qunnut.

Sunnah hai-at ada 16 (enam belas) perkara, yaitu :
1. Mengangkat kedua belah tangan hingga berbetulan dengan dua belah telinga ketika takbiratul ihram, takbir ruku’, I’tidal, dan berdiri dari tasyahhud awal.
2. Meletakkan tangan yang kanan atas yang kiri di bawah dada dan di atas pusat ketika berdiri.
3. Membaca do’a iftitah.
4. Membaca ta’awwudz sebelum membaca Fatihah.
5. Membaca amin setelah Fatihah.
6. Membaca ayat al qur’an setelah bacaan fatihah pada raka’at pertama dan kedua.
7. Mengeraskan suara bacaan fatihah dan ayat al qur’an pada shalat magrib, isya’da shubuh, serta merendahkan suara pada shalat dzohor dan asyar. (bagi perempuan di tiap shalat dengan suara rendah)
8. Membaca takbir ketika berpindah dari rukun yang satu ke rukun yang lain.
9. Membaca sami’allahu liman hamidah ketika bangkit dari ruku’ dan rabbana lakal hamdu ketika I’tidal.
10. Membaca tasbih dalam ruku’ dan sujud.
11. Meletakkan dua tapak tangan di atas paha ketika duduk tahyat awal dan akhir serta menunjuk dengan telunjuk kanan ketika menyebut illallah (di dalam pembacaan syahadat).
12. Duduk iftirasy pada sekalian duduk.
13. Duduk tawarruk pada tasyahhud akhir.
14. Membaca do’a tasyahud pada tasyahud yang akhir.
15. Salam yang kedua serta berpalingnya ke kanan dan ke kiri.
16. Khusu’ dan tawadhu’ dalam shalat, yakni merendahkan diri dan memperhatikan segala yang dibaca.

SUJUD SAHWI

Sujud sahwi adalah sujud karena kelupaan. Barangsiapa kelupaan salah satu dari sunnah ab’adh, maka diutamakan mengganti dengan sujud sahwi dua kali, sujudnya itu sesudah selesai membaca tasyahhud akhir dan sebelum salam. Tasbih setiap sujud dibaca tiga kali, sebagai berikut :
سبحان من لاينام ولايسهو ×3
Subhaana man laayanaamu wa laa yashuu 3x.

Artinya : Maha suci Tuhan yang tidak tidur dan tidak lupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: