Tinggalkan komentar

Perihal Haji

Haji adalah menyengaja ibadah untuk mengunjungi ka’bah di negeri Mekkah untuk menunaikan perintah Allah yang telah ditentukan. Adapun yang diwajibkan mengerjakan ibadah haji ialah ; orang Islam laki-laki dan perempuan yang kaya (mampu) yaitu cukup hartanya untuk ongkos berangkat dan pulangnya serta ongkos-ongkos yang ditinggal di rumahnya, dan dalam keadaan sehat, baligh, aqil, serta aman perjalanannya.

Ibadah haji wajib dikerjakan (bagi yang kuasa) hanya sekali seumur hidupnya.

RUKUN HAJI

Rukun haji itu ada 6 (enam) perkara, yaitu :
1. Berniat, yaitu menyengaja berhaji. Adapun lafadh niatnya adalah :
نويت الحجّ واحرمت به لله تعالى .
Nawaitul hajja wa ahramtu bihii lillaahi ta’aalaa.
Artinya :
Sengaja aku mengerjakan haji dan ihramlah aku dengannya karena Allah Ta’ala.
2. Ihram, yaitu memakai kain yang tidak berjahit, tidak boleh menutup kepala bagi laki-laki dan tidak boleh menutup muka serta tapak tangannya bagi perempuan. Dan diperbolehkan memakai sandal atau selop.
3. Wuquf di padang Arafah, yaitu pada hari tanggal 9 Dzulhijjah.
4. Thawaf, yaitu mengelilingi ka’bah tujuh kali.
5. Sa’i, yaitu berjalan (berlari kecil) antara Shafa dan Marwah tujuh kali.
6. Bercukur atau bergunting rambut kepala sekurang-kurangnya tiga atau tujuh helai rambut.

Wajib haji itu 4 (empat) perkara, yaitu :
1. Ihram dari miqat (tempatnya) yang tertentu, misalnya orang Indonesia dimulai dari Jeddah.
2. Bermalam di Muzdalifah meskipun sebentar saja sesudah lewat pukul 12 malam, yaitu pada malam kesepuluh Dzulhijjah.
3. Bermalam di Mina mulai malam ke 11 hingga 13 Dzulhijjah.
4. Melempar jumrah yang tiga, yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah melempar jumratul ‘uqba saja dengan tujuh batu. Dan pada hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah dalam hari tersebut melempar jumrah yang tiga yaitu ; jumratus shughra, jumratul wustha dan jumratul ‘uqba, adapun leparannya itu dengan tujuh biji batu setiap jumrah.

Catatan :
Apabila ketinggalan salah satu dari rukun haji, maka tidak sahlah hajinya dan wajib mengulangi lagi. Tetapi apabila ada ketinggalan salah satu dari wajib haji, maka sahlah hajinya tetapi wajib membayar dam. Misalnya ketinggalan melempar jumrah ‘uqba, wajiblah dibayar dengan menyembelih seekor kambing.

SUNNAH HAJI

Sunnah haji itu 4 (empat) perkara, yaitu :
1. Membaca talbiyah dan dzikir.
2. Thawaf qudun (pertama tiba di Mekkah).
3. Shalat sunnah thawaf.
4. Thawaf wada’.

MACAMNYA HAJI

Mengerjakan haji itu ada 3 (tiga) macam, yaitu :
1. Haji ifrad, yaitu mendahulukan haji dari pada umrah.
2. Haji tamattu’, yaitu mendahulukan umrah dari pada haji.
3. Haji qiran, yaitu mengerjakan haji bersama-sama dengan umrah.

Bagi orang yang mengerjakan bagian yang ke 2 (haji tamattu’) dan bagian ke 3 (haji qiran) wajiblah padanya membayar denda (dam), yaitu memotong seekor kambing dibagi-bagikan kepada fakir miskin di negeri itu juga.

UMRAH

Umrah itu adalah ibadah haji yang kecil ke Baitullah dengan syarat-syarat yang tertentu. Adapun rukun umrah itu 5 (lima) perkara, yaitu :
1. Berniat, yaitu menyengaja umrah. Lafadh niatnya adalah :
نويت العمرة واحرمت بها لله تعالى .
Nawaitul ‘umrta wa ahramtu bihaa lillaahi ta’aalaa.
Sengaja aku mengerjakan umrah dan ihram dengannya karena Allah Ta’ala.
2. Ihram, yaitu memakai kain yang tidak berjahit.
3. Thawaf tujuh kali.
4. Sa’i antara Shafa dan Marwah tujuh kali.
5. Bercukur atau bergunting.

LAFADH TALBIAH

Lafadh talbiah adalah sebagai berikut :
لبّيك اللّهمّ لبّيك . لبّيك لاشريك لك لبّيك . انّ الحمد والنّعمة لك والملك لاشريك لك .
Labbaiikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariikalaka labbaiik. Innalhamda wanni’mata laka walmulka laa syariikalak.

Artinya : Aku senantiasa tha’at kepadaMu ya Tuhanku, dengan sesungguhnya aku kerjakan perintahMu, aku kerjakan perintahMu tiada sekutu bagiMu ya Tuhanku. Sesungguhnya aku kerjakan perintahMu bahwasanya segala puji dan ni’mat itu bagiMu dan begitu pula kerajaan, tiada sekutu bagiMu.

SYARAT THAWAF

Syarat thawaf itu ada 6 (enam) perkara, yaitu :
1. Suci dari dua hadas dan dari najis (berwhudhu).
2. Menutup aurat.
3. Menjadikan ka’bah selalu di sebelah kiri.
4. Memulai thawaf dari hajarul aswad.
5. Tujuh kali keliling ka’bah.
6. Thawaf di dalam Masjidil Haram.

Adapun lafadh niat thawaf adalah sebagai berikut :
نويت ان اطوف بهذاالبيت (طواف الحجّ) (طواف العمرة) سبعا كاملا لله تعا لى . بسـم الله . الله اكبر . الله اكبر . الله اكبر .

Nawaitu an athuufa bihaadzal baiti (thawaf haji) (thawaf umrah) sab’an kaamilan lillaahi ta’aalaa. Bismillah, Allaahu akbar 3x.

Artinya : Sengaja aku thawaf di baitullah ini (thawaf haji) (thawaf umrah) tujuh kali keliling (yang sempurna) karena Allah Ta’ala. Dengan nama Allah, Allah Maha Besar 3x.

Adapun lafadhnya di dalam thawaf, yaitu :
سبحان الله والحمد لله ولااله الاّالله والله اكبر لاحول ولاقـوّة الاّبالله العلىّ العظيم . ربّنااتنافى الدّنيا حسنة وفى الاخرةحسنة وقـناعذاب النّار .
Subhanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim. Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw wafil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaabannaar.

Artinya : Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tak ada Tuhan melainkan Allah dan Allah itu Maha Besar, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Tinggi lagi Besar. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

SYARAT SA’I

Syaratnya Sa’i itu tiga perkara, yaitu :
1. Mulai dari Shafa dan disudahi di Marwah.
2. Tujuh kali.
3. Sesudah thawaf.

Lafadh niat sa’i adalah sebagai berikut :
نويت ان اسعى ما بين الصّفا والمروة (سعي الحجّ) (سعي العمرة) سبعا كاملا لله تعا لى . بسـم الله . الله اكبر . الله اكبر . الله اكبر
Nawaitu an as’aa maabainash shafa wal marwati (sa’yal hajji) (sa’yal ‘umrati) sab’an kaamilan lillaahi ta’aalaa. Bismillaah Allaahu akbar 3x.

Artinya : Sengaja aku sa’i yang antara Shafa dan Marwah (sa’i haji) (sa’i umrah) tujuh kali sempurna karena Allah Ta’ala. Dengan nama Allah, Allah Maha Besar 3x.

Lafadh di dalam sa’i adalah sebagai berikut :
بسـم الله الرّحمن الرّحيم . انّ الصّفا والمروة من شعائر الله . ابدابما بداالله به .
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Innas shafaa wal marwata min sya’a irillaah. Abda’u bimaa bada allaahu bihii.

Artinya : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bahwasanya Shafa dan Marwah itu sebagian dari syiar (agama) Allah, aku mulai dengan apa yang dimulai Allah dengannya.

Kemudian naik ke atas tangga Shafa sambil membaca :
الله اكبر . لااله الاّالله وحده لاشريك له . له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهوعلى كلّ شيء قدير . لااله الاّالله وحده . انجز وعده . ونصرعبده واعزّجنده وهزم الاحزاب وحده . اللّهمّ انّي اعوذ بك من عضال الدّاء . وخيبة الرّجاء . وشماتة الاعداء . وزوال النّعمة . ونزول النّقمة .
Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah. Lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai-inqadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wanashara ‘abdah, wa-a’azzajundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Allahumma innii a’uudzubika min ‘idhaliddaa’, wakhaybatir rajaa’, wasyamaatatil a’daa’, wazawaalin ni’mah, wanuzulin niqmah.

Artinya : Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah sendirinya, tiada sekutu baginya, baginya kerajaan dan baginya pula puji-pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah atas segala sesuatu berkuasa. Tiada Tuhan selain Allah sendirinya, telah dilakukan janjinya, dan ditolongnya hambanya, dan dikuatkannya tentaranya, dan dikalahkannya sekutu (yang berpihak-pihak) dengan sendirinya. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit yang berbahaya, dan putus asa dan diolok-olokkan musuh, dan hilang nikmat dan turun siksa.

LARANGAN BAGI ORANG YANG IHRAM

Larangan-larangan (yang haram) bagi orang yang sedang ihram ada 10 (sepuluh) perkara, yaitu :
1. Memakai kain yang berjahit. Seperti celana, jas, dan sebagainya.
2. Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka atau telapak tangan bagi perempuan.
3. Memakai minyak harum di badan atau di pakaian dan memakai minyak rambut.
4. Menyukur atau menggunting rambut.
5. Mengerat kuku yang mana saja.
6. Menyisir rambut, dikuatirkan tercabut.
7. Memotong pohon atau rumput-rumput dan menyembelih (membunuh) binatang buruan.
8. Bernikah (kawin).
9. Bersetubuh atau melakukan sesuatu yang menimbulkan syahwat kepadanya.
10. Bermusuh-musuhan (berbantah-bantahan) ketika berhaji.

Orang-orang yang ihram kemudian melanggar larangan-larangannya, maka baginya wajib membayar fidyah (denda) menurut keadaan yang dilanggarnya. Berikut ini macam-macamnya.
1. Orang yang membunuh binatang buruan, wajiblah baginya menyembelih binatang yang sesamanya, atau memberi makanan kepada fakir miskin seharga binatang yang dibunuhnya.
2. Orang yang bersetubuh dengan sengaja, wajiblah menyembelih seekor unta atau berapa harganya seekor unta, boleh dibelikan makanan dan dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Hajinya batal dan wajiblah menyempurnakannya, kemudian wajib pula mengulangi hajinya tahun depan.
3. Orang yang merusak pohon di tanah suci (Mekkah), wajiblah menyembelih seekor lembu (sapi) atau sedekah makanan seharga lembu tersebut kemudian diberikan kepada fakir miskin.
4. Orang yang bernikah, tidak sahlah nikahnya.
5. Selain dari keempat yang tersebut di atas, maka siapa yang melanggar larangan-larangan di waktu ihram seperti memakai minyak harum, menutup kepala, mengerat kuku dan sebagainya, wajiblah baginya membayar fidyah, yaitu menyembelih seekor kambing disedekahkan kepada fakir miskin atau memberi makanan sebanyak 12 kati beras (gandum).

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk bagi kita semua.
Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: