Tinggalkan komentar

Sahabat Kehidupan

Oleh : Viddy Alymahfoedh D.

Jawa Pos Minggu Wage 27 November 1988

DODOD PRADOTO

Dodod, sahabat dalam hidupku, memberi gambaran bahwa hidup ini tidak perlu dimusuhi. Bahagia dan derita selalu bertamu kepada semua orang, tapi harus berhati-hati bila bertamu kepada Dodod, sebab Dodod mengisi hidup dengan tersenyum, diam merenung, dan tidur panjang.

Bila kita tidur, Dodod baru bangun dan bekerja diam-diam. Maka ketika kita masih asyik berdebat dan bercanda, Dodod telah diwisuda jadi sarjana.

Ketika kami setahun kemudian menyusul jadi sarjana, telah setahun juga Dodod, SH tak pernah kedengaran namanya.

Kami semua kangen dan menyuratinya :

“Sebelum kita masing-masing jadi boss di tempat-tempat jauh Dod, ayolah kita mengadakan di Surabaya.”

Surat jawabannya selalu mengundang tawa :

“Kalau mau, kalian semua datang saja ke rumahku, sebab aku tidak punyak banyak waktu, mengurus perusahaanku yang semakin hari semakin maju. Sudah bosan melarat terus, aku ingin jadi miliuner cepat-cepat, agar aku bisa ongkang-ongkang dan melanjutkan hobiku yang dulu, tidur melulu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: