Tinggalkan komentar

Syair dalam Islam

Syair itu tidak jauh bedanya dengan prosa (karangan bebas, yang terdiri dari ibarat-ibarat tertentu, hanya saja menggunakan ukuran tertentu yang disertai dengan irama. Kata Imam Ghazali bahwa syair itu jika perkataannya baik, maka keadaannya adalah baik, dan jika perkataannya buruk, maka keadaannya menjadi buruk. Dalam hadist disebutkan : Sesungguhnya syair itu mengendung kata-kata berhikmah (mengandung ilmu).

Di dalam Al Quran surah As Syuara ayat 224-227 disebutkan :

وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ ﴿٢٢٤﴾ أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ ﴿٢٢٥﴾ وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ ﴿٢٢٦﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانتَصَرُوا مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ ﴿٢٢٧

Artinya :

(224) Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.

(225) Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah.

(226) dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?,

(227) kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

Dengan demikian, membawakan dan mendengarkan syair yang didalamnya mengandung kata-kata yang mulia adalah boleh.

Wallahu a’lam

Sumber : Terjemah Kitab Yas aluunak fii ad Diin wa al Hayaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: